Admin
Senin, 26 Juli 2021
50 Dibaca


image1

Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia terus berinovasi dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Salah satunya adalah dengan menerbitkan Kartu Tani. Kartu Tani ini dikeluarkan oleh perbankan untuk digunakan dalam transaksi penebusan pupuk bersubsidi melalui mesin Electronic Data Capture (EDC) di pengecer resmi

“Sistem kartu tani ini lebih mengefektifkan penyaluran pupuk bersubsidi kepada petani yang memenuhi syarat sesuai Permentan, karena kartu tani ini mengacu kepada nomor induk kependudukan (NIK), sehingga menutup kelemahan sistem manual yang berpotensi kesalahan dalam pencatatan data“ kata Kepala Bidang (Kabid) Penyuluhan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota, Vivi Febria Eka Putri pada hari Rabu tanggal 7 Juli 2021

Lebih lanjut disampaikan oleh Kabid, petani yang memperoleh kartu tani adalah petani yang telah tergabung dalam kelompok tani dan menyusun Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK)dengan didampingi oleh penyuluh pertanian setempat. RDKK merupakan basis data dalam rangka pendistribusian pupuk bersubsidi kepada petani. Berdasarkan RDKK yang diinput dalam system e-RDKK pada server Kementerian Pertanian RI oleh Tim Entry e-RDKK ditetapkan kuota pupuk bersubsidi yang berbasis data digital pada sistem kartu tani.  Selanjutnya bila petani membutuhkan pupuk, kartu tani inilah yang dibawa kepada pengecer pupuk berubsidi untuk diproses melalui seperangkat alat transaksi untuk selanjutnya petani memperoleh pupuk bersubsidi sebagaimana kuota yang terdapat di kartu tani

“Mengingat pentingnya Kartu Tani ini, selama 3 hari pada tanggal 5 sampai dengan 7 Juli 2021, dilaksanakan pendistribusian 969 kartu tani dilaksanakan di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lareh Sago Halaban bekerjasama dengan Bank Mandiri sebagai Bank Penyalur Kartu Tani“ jelas Purdayati selaku Koordinator BPP saat mendampingi pembagian kartu tani bersama Penyuluh Pertanian se Kecamatan Lareh Sago Halaban, Bukik Sikumpa pada hari Rabu tanggal 7 Juli 2021

Lebih jauh Purdayati menjelaskan pendistribusian kartu tani dilaksanakan selama tiga hari, dan setiap hari dibagi ke dalam dua sesi, yaitu sesi pagi jam 08.30 WIB dan sesi siang jam 13.00 WIB. Pada hari pertama, Senin 5 Juli 2021 dilaksanakan pendistribusian kartu tani untuk Kenagarian Balai Panjang sebanyak 151 kartu tani dan Kenagarian Sitanang 170 kartu tani, selanjutnya pada hari kedua, tanggal 6 Juli 2021 di lanjutkan untuk Kenagarian Batu Payuang sebanyak 213 kartu tani, Kenagarian Ampalu sebanyak 120 kartu tani, dan Kenagarian Labuah Gunuang sebanyak 12 kartu tani.  Pada hari ketiga pendistribusian kartu tani di tutup untuk Kenagarian Bukik Sikumpa sebanyak 159 kartu tani, Kenagarian Tanjung Gadang sebanyak 13 kartu tani dan Kenagarian Halaban sebanyak 131 kartu tani

Diharapkan melalui adanya kartu tani ini, nantinya para petani dapat menggunakannya dalam membeli pupuk bersubsidi. Langkah ini lebih efektif dalam menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran

Dalam kegiatan yang melibatkan pengumpulan masa ini tetap dilaksanakan penerapan protokol kesehatan, yaitu 3M, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Statistik


Banner


Saran Masuk



Sampaikan Saran Anda