Admin
Jumat, 22 Juli 2022
112 Dibaca


image1

Forum berbagi pengalaman antar petani kembali diadakan pada Rabu, 20 Juli 2022 di Nagari Piobang, Kecamatan Payakumbuh. Acara yang difasilitasi oleh program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) ini diikuti oleh perwakilan petani dari 7 nagari se-kecamatan Payakumbuh yaitu Nagari Piobang, Sungai Beringin, Taeh Bukik, Taeh Baruah, Simalanggang, Koto Tangah Simalanggang, dan Koto Baru Simalanggang. Selain dihadiri oleh pihak Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota, acara ini turut didampingi oleh koordinator program IPDMIP, Koordinator BPP Kecamatan Payakumbuh, beberapa wali nagari dan penyuluh se-kecamatan Payakumbuh. 

SL IPDMIP di Kecamatan Payakumbuh telah dimulai sejak tahun 2021 di daerah yang dilalui oleh Daerah Irigasi Batang Lampasi yaitu Nagari Piobang, Sungai Beringin, dan Koto Baru Simalanggang. Koordinator BPP Kecamatan Payakumbuh, Elita, dalam sambutannya menuturkan bahwa IPDMIP ditujukan untuk meningkatkan produksi padi agar dapat menaikkan pendapatan petani, sehingga kesejahteraan petani ikut naik.

Dalam Forum Berbagi Pengalaman Antar Petani, para petani yang pernah mengikuti kegiatan Sekolah Lapang (SL) IPDMIP berbagi ilmu dan pengalaman kepada petani yang belum pernah mengikuti SL. Adapun materi yang dibagikan terkait sistem budidaya tanam padi jajar legowo (jarwo) yaitu analisa usaha tani jarwo dibandingkan budidaya secara konvensional, cara budidaya padi jarwo, kelebihan bertanam padi jarwo, seleksi benih, serta tata kelola air.  Selain itu, narasumber melakukan simulasi pertanaman jarwo sistem 2:1 dan petani juga diberi kesempatan langsung mengamati sistem tanam jarwo ke lahan yang ditanam dengan menggunakan sistem jarwo. 

Hendra, salah seorang narasumber sekaligus petani penerap sistem tanam jarwo 2:1  mengatakan beberapa keunggulan jarwo jika dibandingkan dengan sistem tanam konvensional. "Sistem jarwo ini membantu kita menghemat benih yang dibutuhkan bahkan hampir 50% dari 26 gantang menjadi 15 gantang (1 gantang setara dengan 1,3 kg) , mudah dalam pemupukan dan mengurangi serangan hama serta meningkatkan kapasitas rumpun sekitar 30%", katanya. Forum berbagi ini ditutup dengan sesi diskusi tanya jawab antar petani dengan narasumber terkait materi yang dibagikan. S&V

Statistik


Banner


Saran Masuk



Sampaikan Saran Anda