Admin
Minggu, 15 November 2020
107 Dibaca


image1

Konsep kemandirian petani yang sederhana adalah bagaimana keinginan dan kemampuan petani dalam mengolah lahannya dengan baik dan benar sesuai aturan serta mampu memanfaatkan sumberdaya yang dimiliki secara optimal tanpa ada paksaan dari berbagai pihak dengan tujuan mencapai kesejahteraannya. Provitas (produktivitas tanaman) sangat dipengaruhi oleh pupuk, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik. Petani pada umumnya terbiasa menggunakan pupuk anorganik karena dianggap lebih mudah didapat dan praktis sehingga menyebabkan kesuburan dan kesehatan tanah semakin menurun jika digunakan terus menerus.

Adanya penurunan provitas tanaman padi dapat disebabkan oleh pengunaan secara terus menerus pupuk anorganik oleh beberapa petani yang menyebabkan kerusakan pada sebagian lahan sawah sehingga tidak terjadi kenaikan provitas bahkan terjadi penurunan walaupun hanya sedikit namun jika dibiarkan secara terus menerus akan berakibat penurunan setiap tahunnya. Maka, perlu adanya pengembangan pada komoditas padi sehingga produksinya dapat meningkat secara berkelanjutan.

Jerami yang dihasilkan saat panen dapat mencapai sekitar 10-15 ton/ha. Hanya sebagian kecil saja petani yang memanfaatkan jerami tersebut untuk dijadikan pupuk,  padahal jika jerami tersebut dimanfaatkan untuk diolah menjadi pupuk bokashi sangat baik untuk kesuburan tanah dan aman untuk dikonsumsi karena tidak meninggalkan residu kimia pada tanaman padi serta selaras dengan sistem pertanian berkelanjutan. Selain itu, pemanfaatan jerami padi ini dapat menekan pengeluaran atau biaya produksi.

Dengan segala potensi yang sudah tersedia, penting bagi petani untuk menambah kemampuan, keterampilan dan pengetahuan dalam memanfaatkan sumber yang ada untuk diolah lebih efisien demi meningkatkan produksi tanaman. Misalnya dengan membuat bokashi sendiri dari jerami padi. Adapun pemanfaatan jerami yaitu dengan mengolah jerami menjadi pupuk bokashi yang digunakan untuk menyuburkan tanah, meningkatkan kualitas dan produksi tanaman padi. Banyak cara untuk membuat bokashi, salah satunya adalah dengan cara membuatnya dari limbah jerami, berikut bahan dan langkah langkah pembuatannya : 

Bahan-bahan yang diperlukan untuk 1000 kg Bokashi

  • Jerami padi yang dicacah/dipotong-potong halus sebanyak 300 kg,
  • Pupuk kandang/kotoran ternak (sapi/kambing) sebnyak 50 kg,
  • Arang sekam sebanyak 100 kg,
  • Dedak halus sebanyak 150 kg,
  • Gula pasir/molase/gula merah sebanyak 1 liter/250 gram
  • Larutan EM4 sebanyak 1 liter,
  • Air secukunya

Pembuatan Pupuk Bokashi Jerami Padi

  1. Jerami dicacah/dipotong kecil sehalus mungkin,
  2. Larutkan 1 liter EM4 dan 1 liter gula kedalam seember air dan aduklah sampai rata,
  3. Jerami yang telah dicacah, pupuk kandang (kotoran ternak), dedak dan arang sekam dicampur secara merata. Setelah itu disiram larutan EM4 tadi (no.2),
  4. Buatlah adonan bila digenggam, air tidak menetas, dan jika genggaman dilepas adonan tidak pecah/hancur namun masih menggumpal,
  5. Adonan digundukan diatas lantai yang kering, dengan ketinggian minimal 15-20 cm, setelah itu ditutup dengan plastik atau karung goni sampai 3-4 hari,
  6. Periksa suhu setiap 5 jam sakali, pertahankan suhu adonan antara 40-500C, jika suhu kurang dibawah 400C maka karung ditambahkan. Bila suhu melebihi 500C, bukalah karung penutup dan gundukan adonan dibolak-balik, kemudian ditutup kembali dengan karung goni (suhu yang tinggi dapat mengakibatkan bokashi menjadi rusak karena terjadi proses pembusukan),
  7. Jika sudah mencapai 4-7 hari, bokashi siap untuk digunakan sebagai pupuk organik.

 

Selamat mencoba dan semoga informasi ini bermanfaat bagi sahabat petani. /KJF

Statistik


Banner


Saran Masuk



Sampaikan Saran Anda