Beberapa tahun belakangan ini sektor pertanian di Sumatera Barat terus menunjukkan pola yang positif. Data menunjukkan Nilai Tukar Petani (NTP) tahun 2021 menjadi yang tertinggi selama lima tahun terakhir, mencapai 107,59. Ditambah lagi pertumbuhan laju sektor pertanian dan nilai ekspor pertanian yang terus tumbuh.
Hal diatas dibahas dalam rapat koordinasi yang digagas Dinas Pertanian Provinsi Sumbar, dengan kepala dinas pertanian se kabupaten dan kota, di ruang rapat Gubernur pada hari Kamis, 3 Februari lalu. Dalam rapat ini juga dihadiri oleh perwakilan PT. Charoen Pokphand Indonesia Tbk, yang saat ini sedang membangun pabrik pakan ternak di Sumatera Barat. Dalam kesempatan ini perwakilan dari PT. Charoen Pokphand menyampaikan kesiapan mereka untuk menampung produksi jagung petani Sumatera Barat, dengan estimasi kemampuan serap mencapai 15 rb ton/perbulan
Mahyeldi selaku Gubernur Sumatera Barat mengapresiasi Seluruh Kabupaten dan Kota yang tengah menyusun program dan masterplan peningkatan produksi pertanian di Sumbar, terutama untuk komoditi padi dan jagung. Pemerintah Provinsi juga memberikan dukungan penuh terhadap hal ini, mulai dari subsidi pupuk hingga fasilitasi dunia usaha untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Sumatera Barat.
Kepala Dinas Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Limapuluh Kota, Witra Porsepwandi, menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota saat ini sedang menyusun masterplan pengembangan jagung sebagai bagian dari program unggulan daerah yaitu pembukaan lahan jagung 20.000 Ha di masa pemerintahan kini. Selain itu Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota juga menyiapkan dukungan untuk mensukseskan Program Unggulan provinsi melalui bantuan sarana dan pengembangan prasarana bagi pertanian di Kabupaten Lima Puluh Kota.
Feedback